Cara Mengisi Token Listrik

Salah satu energi penting bagi kehidupan manusia adalah energi listrik. Tidak hanya dapat berguna untuk kepentingan rumah tangga, perkantoran dan sekolah, kebutuhan kecil seperti mengisi daya handphone juga dilakukan dengan mengandalkan energi listrik. Ada banyak perlengkapan elektronik yang membutuhkan energi listrik untuk mengisi daya seperti komputer, laptop, televisi, setrika, AC dan beberapa benda elektronik lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, PLN menyediakan listrik prabayar dan pascabayar. Layanan listrik pascabayar merupakan jenis layanan listrik bagi pelanggan lama PLN. Untuk pelanggan baru, PLN menawarkan listrik prabayar atau listrik pintar. Untuk menggunakan daya listrik dari layanan listrik prabayar, pelanggan harus mengisi token listrik terlebih dahulu.

Cara Mengisi Token ListrikToken atau voucher listrik dapat dibeli di supermarket, minimarket terdekat, loket penjual pulsa, bank , www.hotelmurah.com/pulsa/pln atau kantor pos. Jika kita merupakan pelanggan baru, pembelian token listrik harus menyertakan kartu identitas diri. Dengan kartu identitas tersebut, kita akan mendapatkan kartu identitas pengguna layanan listrik prabayar. Untuk melakukan pengisian token atau voucher listrik, kita dapat melakukan langkah-langkah yang mudah. Untuk mengetahui lebih jelas akan langkah melakukan pengisian voucher listrik,  simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menunjukan kartu identitas pengguna kepada pihak penjual voucher listrik. Ketika menyerahkan kartu, kita akan diberikan struk yang berisikan 20 digit kode token.
  2. Ke-20 kode token selanjutnya kita input ke meteran listrik digital yang kita miliki. Setelah memasukkan kode token, lanjutkan dengan mengklik tombol enter pada meteran.
  3. Jika kita melakukan kesalahan ketika menginput kode voucher, kita hanya perlu mengklik tombol “backspace” saja.
  4. Apabila angka yang dimasukkan telah benar, meteran akan memunculkan tulisan “accept” atau “benar”. Pada layar meteran, kita dapat melihat jumlah daya dan nilai kWh yang telah kita beli sebelumnya.
  5. Jika layar meteran memunculkan kata “salah” atau “reject”, kemungkinan salah memasukan kode voucher sangat besar. Karena itulah kita harus berhati-hati ketika memasukkan kode voucher ke dalam meteran listrik.

Agar kita tidak menemui kerugian, ada baiknya untuk menyimpan token listrik yang telah dibeli sebelumnya. Jika pada kesempatan kita akan membeli voucher, kita tidak perlu lagi menunjukkan kartu identitas pelanggan listrik prabayar. Pada struk, ada keterangan akan nama pelanggan listrik. Penjual token biasanya menawarkan nominal token yang berbeda-beda, mulai dari Rp. 20.000, Rp. 50.000, Rp. 100.000, Rp. 200.000, Rp. 500.000 hingga 1 juta. Jika daya listrik akan habis, meteran akan mengeluarkan suara peringatan. Jika suara meteran terdengar, sudah waktunya bagi kita untuk melakukan pengisian token kembali. Jika tidak mengisi segera, arus listrik di rumah akan terputus dengan sendirinya.

READ  Cara Menghitung kWh Listrik dan Variabelnya