Cara Menghitung kWh Listrik dan Variabelnya

Hasil hitungan kWh listrik naik sering membuat pelanggan kalang kabut terlebih jika pengeluaran bulanan ikut melonjak.  Ironisnya, dewasa ini masih banyak pelanggan yang tidak memahami bagaimana cara perhitungan listrik yang baik dan benar. Sehingga menganggap pengeluarannya kecil tapi justru membengkak.

Cara menghitung kWh listrik dan variabel di dalamnya

Selain memperhitungkan biaya admin, ada beberapa biaya lainnya yang juga harus Anda perhatikan. Sayangnya, tidak semua pengguna listrik mengetahui kondisi tersebut dan mengklaim biaya admin sebagai biaya tunggal.

Berikut ini macam-macam variabel hitungan token listrik di Indonesia:

  • Biaya Admin

Besaran biaya admin ini dipungut ketika Anda membeli token listrik. Tempat pembelian token listrik umumnya mempengaruhi biaya adminnya. Rata-rata biaya admin pembelian token listrik mulai dari Rp 2.500.

  • Biaya PPN

Anda juga bisa mempelajari perhitungan PPN pada pembelian token listrik. Besaran PPN yang dibebankan adalah 10% khusus untuk hunian R2 dengan penggunaan energi listrik 3500 VA atau lebih. Berbeda lagi dengan pemakaian energi 2200 VA, 450 VA, 1300 VA dan 900 VA pemerintah tidak membebankan PPN.

  • Biaya PJJ

Pungutan PJJ dibedakan dari daerahnya. Contohnya Anda tinggal di DKI Jakarta, otomatis biaya PJJ yang dibebankan mencapai 3%.

  • Biaya Materai

Merupakan biaya lain-lain yang dipungut ketika seseorang membeli token listrik. Namun, tidak semua pembelian token dikenakan biaya ini hanya pelanggan yang membeli listrik di atas Rp 200 ribu saja yang dibebankan biaya materai.

  • Golongan Tarif Dasar

Itulah variabel perhitungan token listrik. Sudahkah Anda memahaminya? Jika ya, lanjut pada contoh perhitungan nilai daya kWh listrik berikut ini:

Misalnya Anda menetap di Jakarta dan membeli token listrik sebesar Rp 200.000 dengan batas daya 900 VA. Maka berapa kWh yang Anda dapatan?

  1. Pengurangan Biaya admin sebesar Rp 4.000 sehingga nominal berubah menjadi Rp 196.000.
  2. Biaya PJJ yang dipungut menghasilkan perhitungan Rp 196.000/3%= Rp 5.880. Sehingga nilai token setelah dipotong PJJ menjadi Rp 196.000-Rp 5.880 = Rp 190.120.
  3. Nilai kWH listrik dengan batas daya 900 VA (Rp 1.352) adalah Rp 190.120/1.352= 140,621 kWh
READ  Cek Tagihan Listrik Wilayah Makassar dan Trik Penting Lainnya

Dari perhitungan ini, Anda jangan salah paham dan menganggap pembelian token Rp 200.000 yang dilakukan akan menghasilkan nilai kWh yang sama. Melihat ada sejumlah biaya yang dibebankan.  Selain belajar perhitungan pembelian token listrik, pelajari pula bagaimana cek tagihan listrik yang valid.

Panduan beli token listrik via aplikasi dan situs

Jika sudah tahu bagaimana cara perhitungan token listrik. Lekaslah Anda membeli tokennya via aplikasi atau situs penjualan token listrik terpercaya. Caranya sangat mudah dan jauh lebih efisien dari membeli via minimarket atau ATM.

  • Kunjungi situs jual token listrik online

Pertama-tama kunjungi terlebih dahulu situs jual token listriknya, kunjungi di sini. Anda bisa akses via ponsel atau PC.

  • Pilih beli token listrik

Setelah halaman utama situs jual token terbuka. Pilih menu pembelian token listrik.

  • Pilih jenis tokennya

Di situs tersedia pembelian token listrik untuk listrik prabayar juga listrik pascabayar. Anda bisa pilih jenis listrik yang dibutuhkan. Dan ikuti petunjuk pembelian yang tertera di situs.

Sebelum membeli token listrik via situs, pastikan Anda sudah menyiapkan dua data utama terlebih dahulu.  Informasi atau data yang ditanyakan adalah nomor ponsel dan ID pelanggan.

Bagaimana? Sangat mudah bukan belanja token listrik via situs belanja online? Anda tidak perlu pergi keluar karena pembayarannya bisa dilakukan via mobile banking. Prosesnya juga sangat mudah dan cepat, cukup tunggu beberapa menit 20 kode unik token listrik akan diterima ke akun Anda.  Demikian info menarik tentang kWh listrik dan perhitungannya.